Angka-angka jajak pendapat dan pencoblosan lebih awal (early voting) dari pemilihan umum memperlihatkan Partai Republik yang berada di bawah kontrol Presiden Donald Trump akan mengalami kekalahan telak dalam pemilihan paruh waktu Selasa (3 November).
- Relive the excitement of your favorite Harry Potter stories with this Hallmark Christmas ornament that features four of …
- Great Christmas gift idea for fans of the Harry Potter books and movies.
- Additional Details: Resin ornament features hanger attachment.
Berbagai jejak pendapat terakhir sepakat bahwa calon-calon Demokrat akan mengungguli lawan Republik dengan jumlah signifikan. Jejak pendapat oleh jaringan televisi NBC mengatakan rakyatAmerika keseluruhan lebih menginginkan Kongres dipegang oleh Partai Demokrat daripada Partai Republik 52% dibanding 44%.
Bila dilihat lebih rinci, analis-analis politik di media memperkirakan bahwa calon-calon demokrat akan mendapatkan lebih dari 220 dari total 435 kursi di House of Representative, salah satu dari dua badan dalam Kongres AS bersama dengan Senat. Semua anggota House of Representative harus mengikuti pemilihan sekali dua tahun.
Untuk Senat, hanya beberapa bulan lalu Partai Demokrat tidak dinilai memiliki peluang bagus mengambil alih mayoritas dari Partai Republik. Tetapi saat ini model penilaian Nate Silver (analis jajak paling diakui di AS) memberikan peluang 82% untuk Demokrat mengambil alih kontrol di Senat. Dari 100 kursi Senat, Demokrat diperkirakan akan mendapat 52 atau lebih. Dalam pemilihan paruh waktu ini, 35 kursi Senat diperebutkan. Seorang senator terpilih memegang jabatan selama enam tahun.
Tentunya, jajak pendapat tidak selalu akurat.
Tetapi perkiraan keunggulan Demokrat berdasarkan jajak pendapat kali ini didukung situasi yang sangat negatif bagi Partai Republik: Tingkat kepuasan rakyat Amerika yang sangat rendah pada Trump, situasi ekonomi yang sangat membebankan mayoritas penduduk, dan Kongres di bawah Partai Republik yang praktis tidak mengambilkan kebijakan apapun untuk membantu rakyat berpenghasilan menengah dan ke bawah.
Tingkat persetujuan atau kepuasan (approval rating) terhadap Trump menjelang pemilihan ini merupakan yang terendah untuk seorang presiden sejak Harry Truman (presiden AS ke 33 di pasca perang dunia kedua). Jajak pendapat oleh New York Times/Siena menunjukkan hanya 38% rakyat AS yang puas dengan performa Trump, lebih dari 60% sangat tidak puas. Jajak pendapat Reuters/Ipsos bahkan mendapatkan hanya 32% yang setuju dengan Trump dan 64% menganggap Trump gagal menunjukkan performa sebagai presiden.
Tidak bisa dipungkiri, mayoritas besar rakyat Amerika terus berada dalam kesulitan menghadapi harga-harga kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal termasuk makanan, harga pembelian atau perawatan mobil sulit dijangkau, cicilan atau sewa rumah / apartemen sangat tinggi, dan harga dan akses pada layanan kesehatan yang semakin sulit.
Persoalan-persoalan di atas terkait langsung dengan kebijakan-kebijakan oleh pemerintahan Trump dan Kongres Partai Republik yang berada dalam cengkeraman Trump.
Harga-harga tinggi terkait langsung dengan kebijakan tarif impor oleh Trump dari awal pemerintahannya kedua kali sejak Januari 2025. Kebijakan tarif diambil tanpa pertimbangan manfaat langsung bagi konsumen Amerika mengingat banyak barang tidak lagi bisa diproduksi dengan harga kompetitif di dalam negeri.
Tidak lama kemudian, perang terhadap Iran yang diluncurkan Trump tanpa persetujuan Kongres menyebabkan kenaikan harga bahan bakar yang kemudian mendorong kenaikan hampir semua barang-barang lain.
Ini ditambah lagi dengan kebijakan penangkapan dan deportasi tenaga-tenaga kerja di lahan-lahan pertanian yang kebanyakan dari Meksiko dan negara-negara Amerika Selatan lain . Meskipun cukup banyak masuk tanpa dokumentasi resmi, tenaga kerja ini sangat dibutuhkan karena warga Amerika sendiri jarang mau menjadi tenaga pertanian. Akibatnya ladang-ladang pertanian mengalami kekurangan tenaga kerja, dan berakibat pada naiknya harga makanan.
Tingkat kenaikan harga akhirnya mendorong Federal Reserve (bank sentral AS) menaikkan suku bunga untuk menahan laju inflasi. Akibat langsung adalah kenaikan suku bunga pinjaman pembelian rumah dan kartu kredit.
- Warm Embrace: This Rudolph & Clarice ornament celebrates acceptance, playful companionship, and the comforting promise o…
- Warm Glow: Hand-painted Rudolph and Clarice in soft ivory and chestnut, glittered red and green scarves, pearlescent shi…
- Romantic Keepsake: A glass ornament featuring Rudolph and Clarice, perfect as a stocking stuffer or gift for couples.
Sementara itu, rakyat Amerika berpenghasilan menengah dan rendah semakin sulit mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan dengan mulai berlakunya pemotongan dana kesehatan dari pemerintah pusat lewat undang-undang Big and Beautiful Bill yang diloloskan oleh Trump dan Partai Republik di Kongress di awal tahun 2025. Undang-undang tersebut sering diledek oleh banyak pengamat ekonomi dan politik sebagai Big and Ugly Bill.
Kembali pada data pemilihan, data pencoblosan awal menunjukkan antusiasme lebih besar pada pemilih-pemilih demokrat. Data pemberian suara awal yang dipantau oleh University of Florida Election Lab, menunjukkan lebih dari 60 juta pemilih menggunakan hak lewat suara melalui pos (mail ballot) atau datang langsung ke tempat pencoblosan. Data dari 27 negara bagian yang memiliki sistem pendaftaran berdasarkan afiliasi politik (Demokrat, Republik atau tanpa afiliasi), 43.3% dari pemilih awal adalah Demokrat, 31.2% Republik, dan 25.6% tanpa afiliasi.
Dengan demikian banyaknya persoalan akibat berbagai kebijakan dan ketidakpedulian pemerintahan Trump dan Partai Republik di Kongres, pertanyaan yang timbul adalah apa yang akan dilakukan atau apa yang menjadi prioritas Kongres saat lembaga ini dikontrol oleh Demokrat setelah Januari 20 2027 (pelantikan Kongres baru)?
Dengan memiliki mayoritas di Kongres, tentunya anggota-anggota Demokrat memiliki posisi melakukan pengawasan atas kebijakan-kebijakan yang dibawa Trump selama masa pemerintahan keduanya termasuk hal-hal seperti: penegakan masalah imigrasi, tarif gila-gilaan, pelucutan jumlah pegawai di pemerintahan pusat, perang Iran, dan korupsi oleh Trump, keluarganya serta kroni-kroni lain presiden.
Seberapa jauh Kongres Demokrat mau dan bisa melakukan ini? Salah satunya tergantung pada pimpinan Demokrat di Kongres nantinya. Bila pimpinan lama seperti Chuck Schumer di Senat dan Hakim Jeffries tetap bertahan, rasanya sulit mengharapkan Kongres di bawah Demokrat akan melangkah jauh merombak dan memperbaiki kerusakan-kerusakan dari Trump dan Partai Republik. Membalikkan apa yang sudah dilakukan Trump akan butuh waktu dan membutuhkan keberanian, sesuatu yang sulit diharapkan dari Schumer dan Jeffries. Karena itu, Demokrat harus mau merombak kepemimpinan di Kongres.
Berikutnya, yang sama penting, adalah tekanan dan konstituen Demokrat. Seruan keras dan tekanan terus-menerus dari pemilih-pemilih Demokrat dan organisasi-organisasi pendukung demokrasi, keadilan ekonomi dan hukum, dan kelompok-kelompok lingkungan sangat menentukan apakah Kongres di bawah Demokrat akan mau dan berani memperbaiki kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh Trump dan Partai Republik.
Berharap banyak bisa dilakukan dalam waktu singkat tidak realistis. Tetapi anggota-anggota Kongres Demokrat harus menunjukkan bahwa mereka bersedia keras dan berani mengambil kebijakan dan tindakan yang berpihak pada masyarakat luas bila ingin terus berhasil pada pemilihan umum 2028 di mana presiden baru akan dipilih.
