Perusahaan-perusahaan teknologi besar selalu berkoar soal keuntuntungan dari pembangungan dan keberadaan data center bagi ekonomi lokal di daerah-daerah di Amerika Serikat.
- 75W Brightness & Energy Saving: Come with 112 led units, the 75w LED flood light outdoor produces up to 7000 lm brightne…
- Switch Controlled: this exterior flood lights can be turned on/off only by wall switch. NO motion sensor, NO solar, NO d…
- Light Up Wide Area: 3 light heads can be adjusted to different angle, the illumination area is wider, and the illuminati…
Tetapi studi oleh 4 peneliti keuangan dari berbagai universitas menunjukkan argumentasi di atas sama sekali tidak benar. Bahkan keberadaan data center justru memberikan tekanan besar bagi sumber daya lokal, pemerintahaan daerah, dan masyarakat sekitar.
Berjudul “Capital wihout Labor: Data Center and Local Economy,” studi oleh Liu Ee Chia (peneliti utama dari Business School, National University of Singapore), Jess Cornaggia (Smeal College of Business, Pennsylvania State University), David Haushalter (Smeal College of Business, Pennsylvania State University), dan Qiang Wang (Haskayne School of Business, University of Calgary), menyimpulkan bahwa data center adalah investasi padat modal tanpa penciptaan lapangan kerja dan membebani infratruktur publik setempat tanpa pertambahan perolehan bagi ekonomi lokal.
Dengan membandingkan daerah-daerah yang mendapat data center dan yang tidak berhasil menarik investasi data center, studi menemukan kenaikan biaya hutang dari obligasi (surat utang) yang dikeluarkan oleh daerah dalam menjawab keberadaan operasi data center. Kenaikan ini terutama datang dari obligasi untuk peningkatan fasilitas air dan obligasi untuk untuk pembiayaan sekolah.
Peningkatkan pengadaan air dilakukan oleh daerah karena data center membutuhkan jumlah air sangat besar untuk pendinginan ribuan server di dalamnya. Pengembangan fasilitas air terutama sangat dibutuhkan di daerah-daerah dengan sumber air terbatas.
Data center memang memberikan pemasukan dalam bentuk pajak daerah seperti pajak tanah dan bangungan (pajak properti). Tetapi pada saat yang sama, keberadaan data center terkait dengan pertumbuhan harga rumah lebih rendah. Bahkan sering terjadi harga rumah-rumah di sekitar data center menurun karena mayoritas masyarakat Amerika tidak mau tinggal dekat dengan data center yang sering menimbulkan suara menganggu, panas dari operasi ribuan server 24 jam sehari, dan kenaikan harga listrik.
- BUY A BIC AND WE’LL GIVE A BIC: This back to school season, when you purchase BIC pencils, we will donate one to teacher…
- BACK TO SCHOOL ESSENTIAL: A 40-count pack sized for the first day of school and the whole year ahead, whether you’re sto…
- BUILT FOR STUDENTS: The 0.7 mm medium point is the standard for everyday schoolwork, note-taking, homework, and standard…
Harga rumah menurun berari pendapatan daerah dari pajak tanah dan bangungan rumah-rumah (yang membiayai sekolah dari dasar hingga menengah) juga menurun. Akitbatnya, daerah harus mengeluarkan obligasi baru untuk mendapat tambahan dana sekolah.
Studi ini mengingatkan bahwa data center adalah investasi padat modal tanpa menghasilkan permintaan tenaga kerja dan hubungan produksi lain sehingga memberikan manfaat ekonomi sangat terbatas. Data center hanya membutuhkan jumlah tenaga kerja cukup besar hanya pada proses konstruksi di tahun pertama. Setelah data center selesai, fasilitas tesebut hanya membutuhkan beberapa tenaga keamanan dan beberapa tenaga engineer yang bisa memantau dan mengendalikan setiap server dari jarak jauh.
Studi akademis tersebut sejalan dengan tentangan dari hampir semua masyarakat lokal Amerika yang tinggal tidak jauh dari lokasi data center. Pew Research Center mengatakan paling tidak 70% dari seluruh penduduk Amerika menentang keberadaaan data center di daerah mereka karena data center memberikan dampak negatif terhadap kehidupan mereka sehari-hari termasuk kenaikan harga listrik, kebisingan, berkurangnya sumber air, dan suhu lebih panas akibat operasi ribuan server tanpa henti 24 jam sehari.
Data Center Watch, kelompok yang memonitor perlawanan masyarakat terhadap data center, mengatakan dalam laporan terbaru bahwa tentangan terhadap data center semakin terorganisasi dan menyebar di seluruh Amerika dan semakin mengarah pada advokasi regulasi untuk melarang pembangungan data center baru.
