Harga-harga di Amerika Serikat terus naik dengan tingkat inflasi mencapai 3,7% di bulan September, meningkat dari 3,4% di bulan Agustus, berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah AS minggu ini. Tingkat kenaikan harga tersebut lebih tinggi dari perkiraan banyak ekonom dan analis-analis di Wall Street.
- LITTLE DO-IT-ALL — Mac mini packs pure power into a small, five-by-five-inch desktop as the M6 chip delivers next-level …
- M6 CHIP — Everything you do on Mac mini feels more responsive with the M6 chip and its next-generation CPU. Fly through …
- CONNECT IT ALL — Features three Thunderbolt 4 ports, an HDMI port, and a 2.5Gb Ethernet port in the back, and two USB-C …
Tingginya harga bensin menyumbang lebih dari separuh kenaikan harga secara keseluruhan, naik 34% dibanding periode sama tahun lalu. Bahan bakar pemanas rumah naik 74% dari tahun lalu, situasi yang mengkhawatirkan bagi rumah tangga menjelang musim dingin. Biaya perjalanan udara, yang menjadi cara perjalanan penting di musim libur akhir tahun, juga naik, sebesar 22.4%.
Kenaikan-kenaikan harga tahun ini sebagian besar disebabkan oleh perang Amerika dan Israel terhadap Iran, yang mengakibatkan kenaikan tinggi harga bahan bakar. Harga rata-rata bensin masih terus lebih dari satu dolar per galon (3.8 liter) dibandingkan tahun lalu, menurut AAA. Sementara itu harga disel terus berada pada tingkat sangat tinggi.
Tingkat kenaikan harga bulan September tersebut merupakan yang tertinggi di masa menjelang pemilihan umum paruh waktu (midterm election) di luar masa pandemik sejak 1990.
Ekonomi menjadi isu utama bagi pemilih-pemilih Amerika yang akan mendatangi kotak pemilihan suara di awal bulan November. Kenaikan harga-harga akibat perang Iran menambah beban pengeluaran keluarga-keluarga Amerika 1020 hingga lebih 2000 dolar rata-rata per tahun.
Kemarahan rakyat Amerika atas situasi di atas banyak ditujukan pada politisi-politisi Partai Republik yang saat ini menguasai Kongres and Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump dan politisi-politisi Partai Republik di Kongress sama sekali tidak punya komitmen untuk segera mengakhiri perang Iran. Beberapaya usulan undang-undang dari anggota-anggota Kongres dari Partai Demokrat untuk menyudahi perang ditentang oleh Partai Republik dan Trump.
Menurut survei terbaru dari Reuters/Ipos, 78% dari rakyat Amerika menyalahkan pemerintahan Trump atas berbagai kebijakan yang menyebabkan inflasi tinggi.
