Inflasi setahun hingga bulan April mencapai level tertinggi dalam 3 tahun terakhir didorong oleh kenaikan harga energi akibat perang dengan Iran. Seiring dengan itu, Federal Reserve (Bank Sentral AS) diperkirakan akan bergerak menuju kebijakan menaikkan suku bunga atau paling tidak bertahan pada tingkat sekarang untuk menekan laju inflasi.
Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (The Personal Consumption Index / PCE), ukuran tingkat inflasi di Amerika, naik 3,8% dalam 12 bulan terakhir sampai April. Kenaikan ini terbesar sejak bulan Mei 2023. Indeks harga PCE naik 0,4% di bulan April setelah naik tajam 0,7% bulan sebelumnya.
Tingginya tingkat inflasi ini menggerogoti pendapatan rumah tangga dan bisa mengurangi pengeluaran konsumen. Akibatnya adalah menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi apalagi ekonomi Amerika sangat tergantung pada belanja konsumen.
Sudah terlihat bahwa konsumen Amerika mulai pesimis terhadap keuangan mereka dan mengerem pengeluaran. Awal minggu ini, laporan bulanan Kepercayaan Konsumen (Consumer Sentiment Index / ICS) yang dikeluarkan University of Michigan menunjukkan ICS turun 5 poin menjadi 44,8 di bulan Mei. Angka itu jauh lebih rendah di bandingkan bulan Mei tahun lalu pada titik 52,2. Konsumen yang optimis akan berani berbelanja sementara konsumen pesimis akan bertahan dengan uang bersiap menghadapi masa-masa sulit.
Angka-angka pengeluaran dan kepercayaan konsumen sangat penting di AS karena konsumen adalah raja. Pembelanjaan konsumen menopang 70% dari pendapatan domestik bruto (Gross Domestic Product / GDP) Amerika.
Menurut New York Times, pejabat-pejabat Federal Reserve lebih cenderung untuk menaikkan suku bunga dalam waktu beberapa bulan daripada bertahan pada tingkat sekarang.
Perang Iran yang terus berlangsung menyebabkan kenaikan harga minyak dan barang-barang lain yang tergantung pada komoditas energi tersebut untuk transportasi atau sebagai bahan baku untuk produk-produk petrokimia dan pupuk.
Biasanya Federal Reserve tidak mau mengambil tindakan hanya atas dasar gangguan pasokan sementara. Tetapi pejabat-pejabat bank sentral ini melihat kejutan pasokan karena perang Iran ini sebagai ke empat kalinya dalam 5 tahun terakhir. Di sisi lain, pasar tenaga kerja saat ini membaik dibandingkan dua bulan sebelumnya.
Lisa Cook, anggota dewan gubernur Federal Reserve, mengatakan Risiko tetap pada kenaikan inflasi dan siap untuk memberikan suara menaikkan suku bunga bila penurunan inflasi tidak terjadi dalam waktu dekat. Christopher Waller, juga anggota dewan gubernur Federal Reserve, menegaskan ia tidak lagi bisa mengesampingkan kenaikan suku bunga bila inflasi tidak segera mereda.
