Turnamen sepakbola terbesar sekali empat tahun – Piala Dunia – hanya tinggal beberapa jam lagi dimulai dengan pertandingan pertama di Meksiko Kamis, diikuti dengan pertandingan kedua dan ketiga esoknya di Amerika dan Kanada.
Namun, yang banyak dibicarakan justru berbagai hambatan dan perlakuan buruk terhadap tim-tim luar negeri yang akan bertanding di Amerika dan penduduk imigran di negara ini akibat iklim politik penuh gejolak oleh pemerintahan AS sekarang di bawah Presiden Donald Trump dan Partai Republik (Republican Party).
- CRYSTAL PROCESSOR: Powerful processor enhances colors and sharpens details for a vibrant 4K viewing experience. Experien…
- ENDLESS FREE CONTENT: Watch 2,700+ free streaming options, including 750+ subscription-free channels on Samsung TV Plus….
- MOTION XCELERATOR: Experience clear picture and smooth motion in games and sports. Enjoy smooth motion and clear visuals…
Mengikuti komentar-komentar di media sosial dari berbagai wilayah dunia, terlihat kurang hingga hilangnya niat banyak peminat sepakbola internasional datang ke Amerika untuk menonton langsung Piala Dunia kali ini. Sebagian di antaranya penonton-pentonton setia yang mendatangi turnamen-turnamen Piala Dunia sebelumnya.
Hal itu terbukti dengan tingkat pemesanan kamar-kamar hotel yang rendah di kota-kota Amerika di mana pertandingan-pertandingan babak awal grup akan dilangsungkan. Di Los Angeles, tingkat pemesanan bulan Juli baru mencapai 23.6 persen, bahkan lebih rendah daripada periode sama tahun lalu di mana tidak ada peristiwa olahraga besar. Di Kansas City, pemesanan hotel terkait Piala Dunia lebih rendah 80 persen daripadas target, menurut assosiasi hotel setempat. Menurut harian bisnis Wall Street Journal, pemesanan hotel untuk Piala Dunia di Amerika lebih rendah daripada di Kanada dan Meksiko.
Saat tiket mulai dijual bulan April dan Mei, harga tiket yang sangat mahal sering disebut-sebut sebagai penyebab besar keengganan penggemar-penggemar sepakbola dari Eropa, Asia, dan Afrika merencanakan terbang ke Amerika.
- ULTRA LIGHT, HIGH PERFORMANCE daily sunscreen SPF 30 formula
- OIL-FREE SUNSCREEN LOTION WON’T CLOG PORES — non-greasy look and feel
- DERMATOLOGIST TESTED sunblock
Tetapi yang menjadi pembicaraan besar saat ini adalah perlakuan pemerintah AS terhadap wasit dari Somalia, tim-tim luar negeri yang akan bertanding di Amerika dan kemungkinan operasi penahanan pekerja-pekerja imigran oleh badan penegakan imigarsi ICE (Immigration and Customs Enforcement) di saat berlangsungnya Piala Dunia.
Omar Artan ditolak masuk ke Amerika di bandara internasional Miami akhir pekan lalu meskpun memiliki visa, dokumentasi FIFA resmi, dan paspor diplomatik. Artan ditahan dan diintegorasi selama 11 jam sebelum dinyatakan tidak layak masuk ke Amerika oleh petugas-petugas perbataan di bandara. Balik ke Somalia, Artan, wasit terbaik FIFA di Afrika tahun lalu, disambut sebagai pahlawan.
Tahun lalu, pemerintah AS memasukkan Somalia dan 11 negara lain dalam daftar negara-negara dilarang masuk Amerika. Trump berulang kali mengolok-olok Somalia sebagai negara “sampah” dan menyebutnya sebagai yang “mungkin terburuk” dan “paling berbahaya.”
Sebelumnya, pemain-pemain dan tim pelatih Iran baru diberikan visa masuk oleh pemerintah AS beberapa hari lalu. Tim Iran terpaksa memindahkan base camp latihan dari Tucson, Arizona ke Tijuana, Meksiko, dua minggu lalu karena tidak pasti bisa mendapakan visa Amerika. Permintaan visa dari 14 orang pengurus, yang menjadi bagian penting dari suatu tim nasional, ditolak oleh pemerintah AS.
Rendahnya tingkat pemesanan hotel dan kekacauan soal visa masuk tim Iran “memalukan bagi Amerika Serikat,” tegas Anthony Scaramucci di podcast ‘The Rest is Politics US’ di YouTube. Scaramucci sempat menjadi direktur komunikasi Gedung Putih (White House) di masa kepresidenan pertama Donald Trump.
Scaramucci mengatakan semestinya Amerika Serikat dilarang untuk mengikuti atau menjadi tuan Piala Dunia oleh FIFA karena AS adalah negara penyerang dalam perang Iran. Ia mencontohkan Russia yang dilarang mengikuti semua pertandingan sepakbola di bawah FIFA menyusul serangan dan invasi negara itu ke Ukraina tahun 2022. “Kenapa Amerika juga tidak dilarang? Amerika Serikat adalah agresor (dalam perang Iran),” demikian Scaramucci.
Sorotan perlakuan pemerintah Amerika terhadap tim luar negeri bukan hanya pada Iran. Berbagai media luar Amerika baru-baru ini mengecam pemeriksaan sekuriti berlebihan terhadap pemain-pemain dari Senegal di tarmac bandara di San Antonio saat akan naik ke pesawat sewaan. Tim Uzbekistan juga diberitakan diperiksa oleh anjing-anjing pelacak obat-obatan terlarang dan detektor logam di tempat latihan mereka di New York.

Menurut pihak bandara pemeriksaan di atas adalah pelaksanaan prosedur keamanan standar. Tetapi perlakuan di atas tidak terjadi pada tim-tim dari Eropa. “Apakah tim-tim (negara-negara) putih juga diperlakukan seperti itu?” tulis seseorang di media sosial. Sebagian lagi mengatakan bahwa pemerintah Amerika mendiskriminasi pemain-pemain sepakbola dari negara-negara tertentu dengan memperlakukan mereka “seperti kriminal.” Ini meskipun tidak sedikit dari pemain-pemain dari wilayah Afrika dan luar Eropa lain adalah pemain-pemain bintang di berbagai liga Eropa.
Kemungkinan Penggebrekan terhadap Pekerja-Pekerja Imigran
Persoalan lain yang tidak kalah penting, menurut Scaramucci, adalah kemungkinan penangkapan pekerja-pekerja imigran di gerai-gerai makanan dan minuman di stadion-stadion tempat pertandingan Piala Dunia. Scaramucci mengatakan stadion-stadion di Amerika tidak akan berfungsi tanpa pekerja-pekerja imigran.
Awal minggu ini, pejabat masalah perbatasan di Gedung Putih Tom Homan mengatakan kepada CBS News keterlibatan petugas-petugas ICE di tempat-tempat pertandingan terfokus pada masalah keamanan nasional. Tetapi ia juga juga mengatakan “bila dalam proses tersebut kami menemukan masalah keamanan nasional dan itu melibatkan pendatang ilegal, tentu kami akan mengambil tindakan.”
ICE secara agresif melakukan penangkapan pekerja-pekerja imigran tanpa catatan kriminal yang dianggap tidak memiliki dokumentasi resmi di Amerika meskipun Trump pada masa kampanye berjanji akan menekankan operasi imigrasi pada pelaku-pelaku kejahatan.
- [THERMALLY BONDED SEAMLESS CONSTRUCTION] The Adidas FIFA Club World Cup Competition Ball features a thermally bonded sea…
- [FIFA QUALITY PRO CERTIFIED] This competition ball is FIFA Quality Pro certified, ensuring its high quality and performa…
- [BOLD DESIGN INSPIRED BY FLAGS AND STARS] The design of this ball is inspired by waving flags and is draped in stars and…
Hari Rabu, penegakan imigrasi di Amerika mendapat tambahan dana 70 milyar dolar setelah Trump menandatangani anggaran yang diloloskan oleh Kongres AS, saat ini mayoritas dikuasai oleh Partai Republik. Sekitar 38 milyar dolar dari total diperuntukkan bagi ICE. Sebelumnya ICE sudah punya dana sekitar 75 milyar dolar lewat “One Big Beautiful Bill Act” tahun lalu. Porsi besar digunakan untuk memperbanyak tempat-tempat penahanan imigran yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan penjara swasta.
