Di jalanan sepanjang kota Monterey Park, California, di bulan Mei, terlihat papan-papan tanda halaman hijau putih dengan tulisan “Yes on Measure DNC.” Kelompok sukarelawan juga sering terlihat berjalan dari rumah ke rumah meminta dukungan suara penduduk untuk melarang pembangunan pusat-pusat data (data centers) baru di wilayah mereka.
Para sukarelawan membagikan selebaran dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Cina yang menjelaskan bagaimana maraknya keberadaan suatu kompleks data center untuk AI (artificial inteligence / kecerdasan buatan) menimbulkan kenaikan tajam permintaan listrik dan infrastruktur industri dan kemudian menyebabkan perusakan lingkungan.
Sebulan kemudian, di awal bulan Juni, masyarakat Monterey Park menyetujui dengan jumlah suara sangat besar larangan data center di San Gabriel Valley di luar Los Angeles; 86% setuju dengan pelarangan data center dan 13.6% menentang pelarangan.
Perlawanan terhadap data center tidak hanya terjadi di tempat-tempat dengan masyarakat yang berpandangan progresif dan cenderung memilih Partai Demokrat.
Survei bulan Juni oleh University of Texas Politics Project memperlihatkan mayoritas komunitas di negara bagian Texas yang dikenal sangat konservatif, termasuk dua pertiga masyarakat di daerah pedesaaan, menentang pembangunan data center di lingkungan mereka. Keseluruhan, 56% menentang data center dan hanya 29% mendukung. Oposisi terhadap data center paling kuat di daerah pedesaaan di mana 62% menentang.
Di Tucson, Arizona dan Wake County, North Carolina, perusahaan-perusahaan pembangun data center membatalkan kontruksi data center baru karena protes dari komunitas setempat dan selanjutnya penolakan dari dewan kota masing-masing.
Peristiwa-peristiwa di atas hanya sebagian dari ratusan perlawanan dan protes dari komunitas-komunitas di hampir semua negara bagian Amerika.
Satu laporan bulan lalu dari perusahaan riset Data Center Watch menghitung perlawanan terhadap pembangungan data center selama 3 bulan pertama 2026 sama dengan skala perlawanan sepanjang 2025. Setidaknya 75 proyek data center bernilai lebih dari 136 miliar dolar dibatalkan atau ditunda tanpa batas waktu selama tiga bulan pertama tahun ini. Jumlah kelompok oposisi aktif melonjak drastis dari 396 di akhir tahun lalu ke 833 pada akhir 2026 di 49 dari 50 negara bagian Amerika.
Seperti di Monterey Park, California, perlawanan terhadap data center untuk AI timbul karena data center ini membutuhkan tenaga listrik maha besar sehingga mengganggu infrastrukstur listrik bagi komunitas setempat dan menaikkan harga listrik, menguras air tanah dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk pendinginan ribuan server, dan pemakaian lahan sangat luas.
Menurut laporan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa / United Nations) bulan juni, semua data center untuk AI secara global akan membutuhkan listrik sebesar 945 terawat jam menjelang 2030, sama dengan dua kali kebutuhan listrik seluruh Perancis di tahun 2025. Untuk mengimbangi emisi karbon dari penggunaan energi demikian besar, dibutuhkan penanaman 6,7 miliar pohon selama 10 tahun. Sementara itu, jumlah air yang akan dikuras sama dengan kebutuhan air 1,3 miliar penduduk di Afrika sub-Sahara.
Gangguan data center pada komunitas lokal tidak hanya menyangkut tiga hal di atas. Data center berdampak negatif langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Penelitian oleh Arizona State University awal tahun ini memperlihatkan kenaikan suhu sebesar 4 derajat fahrenheit di lingkungan perumahan sekitar data center.
Keluhan lain adalah suara mengganggu dari pembangkit listrik dan sistem pendinginan. Ini diperparah oleh sifat data center yang beroperasi 24 jam sehari tanpa henti.
Survei oleh Gallup Poll bulan Maret memang menunjukkan ketidakpopuleran data center di seantero Amerika. Survei ini memperlihatkan 7 dari 10 warga Amerika menentang pembangunan data center – khususnya data center untuk AI – di wilayah komunitas mereka.
