Hakim pengadilan federal (pengadilan menyangkut undang undang nasional) Senin membatalkan persyaratan biaya 100.000 dolar AS aplikasi baru visa H-1B bagi pekerja-pekerja dengan keahlian tinggi.
Hakim pengadilan distrik AS di Boston, Massachusetts, Leo Sorokin mengeluarkan putusan tersebut atas gugatan bersama oleh 20 jaksa agung demokrat dari 20 negara bagian.
Program H-1B mengalokasikan 65.000 visa setiap tahun untuk pekerja-pekerja dengan keahlian tinggi dan tambahan 20.000 lagi untuk pekerja-pekerja dengan keahlian tinggi serta pendidikan tinggi lanjutan. Seorang pekerja warga negara asing bisa bekerja di Amerika selama 3 tahun dengan H-1B visa dan boleh mengajukan perpanjangan 3 tahun bila masih bekerja di perusahaan atau organisasi sama. Setelah itu, pekerja tersebut hanya bisa mengajukan perpanjangan H-1B setelah pindah ke perusahaan lain.
Biaya aplikasi H-1B visa sebelum peraturan baru dari pemerintahan Trump biasanya berkisar antara 2000 hingga 5000 dolar AS. Kenaikan ke 100.000 mengkibatkan keengganan banyak perusahaan mengajukan aplikasi baru. Sejauh ini badan imigrasi Amerika USCIS (US Citizenship and Immigration Services) baru menerima 85 aplikasi baru dengan pembayaran 100.000 dolar AS.
Dalam putusannya, Sorokin menyimpulkan bahwa 100.000 dolar bukanlah suatu biaya melainkan pajak yang tidak bisa berlakukan oleh pemerintahan Trump tanpa otorisasi dari Kongres.
“Presiden tidak memiliki wewenang atau otoritas yang diberikan (oleh Kongres) untuk mengenakan pajak atas petisi H-1B,” demikian Sorokin menuliskan dalam keputusan sepanjang 42 halaman.
Koalisi 20 jaksa agung demokrat mengajukan tuntutan hukum bulan Desember 2025 beberapa bulan setelah pemerintahan Trump mengenakan biaya 100.000 dollar AS bagi setiap aplikasi baru visa H-1B untuk menekan program tersebut karena dianggap telah digunakan secara berlebihan.
Diperkirakan tedapat lebih dari 700.000 lebih pemegang visa H-1B aktif saat ini. Program H-1B terutama menguntungkan para pekerja di bidang tekonologi dari India, yang memegang sekitar 70% dari H-1B aktif.
