Penjualan mobil listrik baru di Amerika Serikat memang kelihatan mengalami masa sulit tahun ini dengan tekanan dari Pemerintahan Trump yang anti kendaraaan listrik. Tetapi studi di Harvard University memproyeksikan transisi ke mobil listrik tidak bisa ditahan lama karena permintaan pasar akan semakin mengarah ke kendaraan jenis ini.
- FIND YOUR ITEMS ON FIND MY — AirTag (2nd generation) helps you keep track of what matters. Attach one to an item you wan…
- EXPANDED PRECISION FINDING ON IPHONE AND APPLE WATCH — Get step-by-step directions to your lost item on iPhone and, now,…
- ENHANCED SPEAKER — With a 50% louder speaker and a new, distinctive chime, it’s easier than ever to hear and find AirTag…
Laporan analisa oleh Salata Institute for Climate and Sustainability menunjukkan penjualan mobil listrik baru di AS tahun 2030 akan mencapai 38 persen dari total penjualan semua jenis mobil baru meskipun tanpa perubahan dari kebijakan sekarang yang tidak memberikan insentif bagi pembeli mobil listrik. Angka tersebut berari peningkatan lebih dari empat kali dari tingkat penjualan 2025 yang hanya mencapai 8 persen. Bila insentif pemerintah dihidupkan kembali, analisa tersebut memproyeksikan penjualan mobil baru listrik tahun 2030 akan mencapai 48 persen dari total penjualan,
“Dalam jangka panjang, semuanya akan mangarah pada adopsi berbasis pasar, meskipun Pemerintahan Trump melakukan tekanan-tekanan untuk mengurangi penjualan kendaraan listrik,” demikian Elaine Buckberg, peneliti senior di Salata Institute.
Laporan studi berjudul “Simulating Impacts of Proposed Trump Policy Changes on Electric Vehicle (EV) Adoption” tersebut dikeluarkan bulan Juli dan ditulis of Buckberg, profesor ekonomi politik James Stock, dan murid doktoral bidang ekonomi Cassandra Cole.
Studi ini menganalisa dampak dari beberapa aturan-aturan dan langkah-langkah undang-undang oleh Pemerintahan Donald Trump sejak Januari 2025 yang menghapus insentif pajak untuk pembelian mobil listrik, pembatalan insentif pemasangan peralatan pengisian daya, penghapusan aturan emisi knalpot, dan pencabutan hak negara bagian California untuk mengenakan standar emisi knalpot lebih tinggi dari aturan pemerintah pusat.
Buckberg, juga mantan ekonom kepala di General Motors, menjelaskan studi tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah pemerintah Trump akan menunda tapi tidak menghentikan percepatan adopsi kendaraan listrik. Alasan paling langsung adalah calon-calon pembeli akan tetap membeli mobil listrik meskipun tanpa insentif pengurangan pajak.
Alasan lebih signifikan lagi dalam jangka panjang adalah perubahan-perubahan yang membuat mobil listrik lebih kompetitif daripada mobil bahan bakar (internal combustion engine). Yang utama adalah kemajuan pesat dalam teknologi bateri yang memungkinkan pembuat-pembuat mobil menawarkan mobil listrik dengan jarak tempuh jauh tanpa menaikkan harga.
Bersamaan dengan kemajuan tersebut, terjadi pula perubahan dalam hal bagaimana para pemilik mobil listrik mengunakan kendaraan mereka.
Menurut Buckberg mobil-mobil listrik terbaru memiliki jarak tempuh semakin jauh dan bisa diisi daya lebih cepat. Ini berarti pemilik mobil listrik saat ini menggunakan kendaraan listrik mereka tidak hanya untuk transportasi dalam kota tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh sama dengan kendaraan berbahan bakar bensin.
Dengan membuat status pengisi daya dan harga per kilowatt lebih tersedia di aplikasi, menurut Buckberg, kecemasan pengemudi mobil listrik soal jarak tempuh bisa teratasi dan ini bisa menambah penjualan mobil listrik sebesar 6%.
- The Original Award-Winning Acne Patch– Mighty Patch is a hydrocolloid sticker that visibly flattens pimples overnight. …
- The First XL Acne Patch– When an ordinary patch just won’t cut it, Mighty Patch Surface is the only jumbo-size hydrocol…
- Shrinks Zits In 6 Hours– With 50% more gunk-absorbing power than other brands, our pure medical-grade hydrocolloid effo…
“Bila anda melakukan perjalanan darat dan jarak tempuh mobil listrik mencapai 300 mil, dan mendatangi pengisi daya kendaraan listrik di samping jalan antar kota dan bisa mengisi daya dalam waktu 10 hingga 15 menit, mobil listrik akan menjadi pengganti sempurna (bagi mobil bensin),” jelas Buckberg.
Buckberg menambahkan harga mobil listrik terus turun mendekati harga mobil bensin sehingga insentif pajak untuk pembelian mobil listrik semakin tidak relevan.
Sementara itu mobil listrik sudah pasti memiliki berbagai keunggulan dibanding mobil bensin karena mobil listrik memiliki performa lebih baik, perawatan rutin jauh lebih kurang karena kendaraan listrik dibuat dengan jumlah komponen bergerak yang jauh lebih sedikit, dan perlindungan dari fluktuasi harga bahan bakar karena mobil listrik sama sekali tidak memakai bensin atau disel.
