Dari tahun ke tahun Tesla dan CEO Elon Musk menjanjikan bahwa sistem pengemudian otonom penuh mobil Tesla, dikenal dengan nama FSD (Full Self-Driving Software), akan segera menggantikan manusia sebagai supir. Tesla juga sering mengatakan sistem FSD ini akan membuat berkendaraan di jalanan 10 kali lebih aman daripada naik mobil dengan supir manusia.
Tetapi omongan besar Tesla dan Elon Musk jauh dari kenyataan.
Laporan investigasi Reuters akhir Mei menjelaskan bagaimana ratusan staf Tesla di kantor Tesla di Utah setiap hari mengamati klip-klip video dari mobil-mobil Tesla yang menggunakan FSD. Ada klip-klip menunjukkan kucing, anjing, dan rusa tertabrak dan kecelakaan-kelecelakaan rutin lain. Kadang tidak mengerem sebelum benturan terjadi. Sering kali mobil-mobil itu tetap melaju. Tidak jarang, para pekerja Tesla itu melihat anak-anak yang sedang bermain dekat jalanan hampir ditabrak.
Para staf Tesla di Utah tersebut dikenal sebagai “data labelers.” Tugas mereka melatih suatu perangkat lunak dengan kendali Artificial Intelligence (AI / kecerdasan buatan). Mereka melakukan anotasi atau memberikan pelabelan dan penambahan keterangan pada kejadian-kejadian bagus dan buruk FSD dan meneruskan permasalahan ke atas kepada engineers yang bertanggung jawab memperbaiki sistem.
Pernyataan dari 9 mantan “data labeler” dan seorang insinyur self-driving kepada Reuters menunjukkan bahwa tekonologi FSD Tesla sering gagal melakukan manuver paling dasar sekalipun seperti menghindari kendaraan-kendaraan pertolongan darurat (seperti ambulans) atau terus melaju melewati bus-bus sekolah yang sedang manaikkan atau menurunkan anak-anak (berdasarkan hukum di AS, setiap kendaraan harus berhendi di belakang bila ada bus tengah menaikkan atau menurunkan anak-anak sekolah).
Meskipun FSD Tesla masih memiliki banyak kelemahan membahayakan, CEO Elon Musk dan eksekutif-eksekutif Tesla lain terus membesar-besarkan keselamatan pengemudian otonom dengan FSD setiap tahun dalam dekade terakhir. Antara lain dengan mempertontonkan peluncuran robotaxi di Austin Texas bulan Juni 2025,.
Sebelum peluncuran, Tesla menghabiskan waktu berbulan-bulan memetakan setiap sudut wilayah yang akan dilewati. Para staf bekerja lebih waktu memetakan setiap rute and melatih perangkat lunak mengenal setiap titik dan sudut berbahaya supaya membuat teknologi FSD itu terlihat lebih andal dari sesungguhnya. Mereka mengatakan upaya yang menguras jam dan jumlah tenaga kerja tersebut tidak mungkin dilakukan dalam skala lebih besar.
Munculnya fakta di atas mematahkan omongan besar Elon Musk bahwa sistem FSD Tesla dirancang bisa bekerja di mana pun pada saat itu juga. Hal tersebut juga menjatuhkan klaim Tesla bahwa teknologi pengemudian otonom perusahaan mobil listrik itu bisa dipakai di seluruh dunia dan tidak membutuhkan kerja keras memetakan jalan-jalan dan hambatan-hambatan seperti yang dilakukan oleh pesaing lain seperti Waymo.
Musk mengatakan Tesla menempuh cara lebih langsung dengan hanya bergantung pada sistem kamera dan AI.
Sementara itu kendaraan otonom Waymo menggunakan LIDAR (light detection and ranging), radar, penerima suara, dan lain-lain disamping sistem kamera dan AI. Saat ini Waymo dianggap paling maju dalam pengoperasian kendaraan otonom dalam soal keselamatan.
Statistik tingkat keselamatan mobil-mobil Tesla dengan FSD sekilas terlihat meyakinkan. Tetapi pemeriksaan lebih dalam oleh Reuters dan wawancara dengan 11 peneliti keselamatan lalu lintas menunjukkan Tesla dengan sengaja membesar-besarkan tingkat keselamatan FSD dengan melakukan perbandingan yang tidak valid terhadap data tingkat kecelakaan seluruh Amerika.
Ketidakpercayaan orang-orang dalam Tesla pada tekonologi FSD tidak berdiri sendiri. Badan keselamatan lalu lintas AS NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) meluncurkan investigasi bulan Oktober 2025 setelah mengetahui ada 58 kecelakaan yang terkait langsung dengan penggunaan FSD termasuk 14 kecelakaan besar dan 23 kejadian yang menyebabkan luka-luka. Sebagian menobros lampu merah dan masuk ke jalur berlawanan.
Tujuh dari staf ‘data labelers’ yang diwawancarai Reuters mengatakan mereka tidak akan mau mengemudikan mobil Tesla dengan menggunakan FSD. “Kami semua sudah melihat bagaimana (FSD) itu gagal,” jelas salah satunya. Seorang lagi mengatakan tidak akan naik robotaxi Tesla “bahkan dibayar sekalipun.” Seorang engineer veteran yang dulu memeriksa data kecelakaan Tesla mengatakan klaim tingkat keselamatan oleh Tesla hanya “omong kosong.”
