Meskipun pemerintahan Presiden AS Donald Trump berusaha menekan dan menahan transisi ke arah energi terbarukan (renewable energy) dan mendukung energi batu bara, penggunaan batu bara terus berkurang di Amerika. Di sisi lain pertumbuhan cepat energi terbarukan terutama energi surya tidak terhentikan.
Dari data terbaru Department Energi AS terlihat penggunaan energi batu bara menurun lebih dari 11% di kwartal pertama 2026 dibandingkan kwartal sama 2025. Sementara itu penggunaan energi terbarukan meningkat signifikan.
Peningkatan terbesar 2026 datang dari energi surya, naik hampir 24 % dibanding kwartal pertama tahun lalu. Kenaikan energi surya ini cukup untuk memenuhi 80 % dari total peningkatan kebutuhan listrik di kwartal pertama tahun ini. Berikutnya adalah tenaga air, menghasilkan energi sekitar 22% lebih tinggi dari periode sama tahun lalu. Yang menarik dari energi air adalah terjadi peningkatan produksi tanpa pembangunan baru pembangkit listrik tenaga air. Energi tenaga angin, yang sering di caci-maki Donald Trump dan diblokir oleh menteri-menterinya, tetap naik, sedikit di atas 2 %.

Perkembangan ini sangat berbeda dengan periode sama tahun lalu. Dipacu oleh menjamurnya pembangunan pusat data untuk artificial intelligence (AI data center), kebutuhan listrik seluruh Amerika naik 3% dan memicu lonjakan penggunaan batu bara. Tambahan lagi Pemerintahan memberikan bantuan investasi senilai 625 juta dollar bagi industri batu bara tahun lalu.
- Read in color – The new 7″ Colorsoft display is high-contrast and easy on the eyes, with paper-like color that brings co…
- A brand-new experience – The Kindle Colorsoft display is optimized for reading in color and is different from the Kindle…
- Color your pages – Highlight your favorite scenes in yellow, orange, blue, and pink.
Ternyata segala usaha yang dilakukan pemerintahan Trump mendorong energi fosil tidak berhasil memperlambat apalagi menghentikan pertumbuhan energi tebarukan. Pemgembangan pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan terus berlangsung bahkan sering melebihi kenaikan permintaan di beberapa negara bagian. Akibatnya tidak lain dari menurunnya penggunaan energi fosil untuk pembangkitan listrik karena energi surya, dan angin terbukti sangat ekonomis. Secara keseluruhan penggunaan energi fosil menurun 3 %, dan batu baru menurun paling jauh sebesar 11 %. Angka-angka ini bisa berubah dengan kenaikan harga gas alam akibat konflik di Selat Hormuz melibatkan Amerika, Israel dan Iran.
Keseluruhan, energi fosil masih menyumbang lebih dari setengah pembangkitan listrik di Amerika. Energi terbarukan memberikan kontribusi lebih dari 26 %. Tetapi bila nuklir dikategorikan sebagai sumber energi terbarukan, totalnya mencapai lebih dari 44 % atau hampir setengah dari sumber listrik Amerika.

