Kekalahan telak Senator John Cornyn atas Ken Paxton dalam pemilihan awal (primary election) memilih calon senator Partai Republik dari Texas menimbulkan ketegangan dalam partai itu dan membuka peluang bagi Partai Demokrat dalam pemilihan umum bulan November tahun ini.
- Our fastest Kindle Paperwhite ever – The next-generation 7“ Paperwhite display has a higher contrast ratio and 25% faste…
- Ready for travel – The ultra-thin design has a larger glare-free screen so pages stay sharp no matter where you are.
- Escape into your books – Your Kindle doesn’t have social media, notifications, or other distracting apps.
Cornyn kalah 36-64% dalam primary election Partai Republik hari Selasa setelah beberapa hari sebelumnya Presiden AS Donald Trump memberikan dukungan kepada Paxton – yang menjabat sebagai Jaksa Agung negara bagian Texas sejak 2014 – meskipun Cornyn adalah senator lagi menjabat dan memberikan suara di Senat Amerika hampir 100% mendukung kebijakan pemerintahan Trump.
“Sangat menyedihkan dan meresahkan, dan tidak baik bagi Senat,” demikian Susan Collins, senator Partai Republik dari negara bagian Maine, seperti dikutip oleh New York Times. Senator-senator dari Partai Republik pada umumnya menilai dukungan Trump pada Paxton cukup membingungkan mengingat Cornyn tidak pernah menjadi penentang Trump.
Sama dengan Trump, Paxton dikenal sebagai politisi penuh skandal dan masalah hukum. Tahun 2015, hanya beberapa bulan setelah menjadi jaksa agung, Paxton didakwa melakukan kejahatan keuangan dan penipuan di Texas terhadap beberapa pemodal perusahaan. Kasus tersebut berjalan hampir 9 tahun dan berakhir dengan kesepakatan praperadilan bulan Maret 2024 di mana ia hanya diharuskan melakukan pelayanan masyarakat dan membayar sejumlah ganti rugi.
Bersamaan dengan itu, Paxton juga menghadapi kasus sipil atas tuduhan serupa dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (US Securities and Exchange Commission). Tetapi Hakim menolak kasus tersebut tahun 2016. Tahun 2020, beberapa staf Paxton melaporkannya ke FBI (Federal Bureau of Investigation) karena ia menyalahgunakan kekuasaan untuk menolong seorang investor real estate dari Austin, Texas yang juga penyumbang politik. Tahun 2025, pengadilan di Travis County setuju dengan tuntutan beberapa staf tersebut untuk ganti rugi sebesar 6,6 juta dolar AS atas pemecatan mereka. Paxton awalnya mencoba naik banding tetapi tidak jadi setelah ia mengumumkan ikut pencalonan menjadi senator Amerika dari Texas.
Tahun 2023, Texas House of Representatives (Dewan Perwakilan Texas) dengan suara mayoritas memakzulkan Paxton sebagai Jaksa Agung atas tuduhan perselingkuhan. Di dalam persidangan di Dewan, kepala staf Paxton sendiri mengungkapkan bahaw Paxton mengakui perselingkungan tersebut. Tetapi kemudian Senat Texas (Dewan Perwakilan di atas House of Representatives) membebaskan Paxton dari pemakzulan.
Paxton tak lama kemudian kembali mengahadapi tuduhan perselingkuhan saat istrinya Angela Paxton menggugat cerai “atas dasar kitab suci.” Paxton membantah tuduhan tersebut di pengadilan, dan sepanjang berkampanye menjadi calon senator ia selalu menghindar dari pertanyaan seputar kasus perselingkungannya.
Meskipun semua itu Trump memilih memberi dukungan kepada Paxton daripada Cornyn. Perlu diingat bahwa Paxton membela Trump melancarkan tuntutan hukum membatalkan hasil pemilihan presiden 2020 di mana Joe Biden mengalahkan Trump. Upaya hukum pihak kampanya Trump saat itu sama sekali tanpa dasar hukum kuat dan bukti-bukti.
Peluang Bagi Calon Demokrat
Secara tradisional, Texas merupakan negara bagian yang sangat condong mendukung Partai Republik dan Donald Trump. Belum pernah seorang demokrat menjadi senator Amerika dari Texas sejak 1988. Terakhir kali demokrat memenangkan posisi Gubernur sekitar 36 tahun lalu.
Akan tetapi menangnya Paxton bisa merugikan Partai Republik dan Trump sendiri kali ini. Hasil survei menunjukkan calon Partai Demokrat James Talarico memiliki peluang lebih besar mengalahkan Paxton dibandingkan Cornyn di pemilihan senator Amerika dari Texas di bulan November.
Ahli strategi politik Partai Republik Mike Madrid mengakui bahwa suasana politik saat ini sangat menguntungkan demokrat. “Menurut saya kesempatan demokrat memenangkan Texas lebih besar sekarang daripada 25 tahun sebelumnya,” Madrid mengatakan seperti dikuti Newsweek. Ia juga menunjuk bahwa Talarico memiliki daya tarik lintas partai lebih besar daripada Paxton. Faktor sangat penting lain, Madrid ingatkan, adalah Paxton merupakan kandidat dengan reputasi sangat rusak.
Secara makro situasi politik sangat buruk bagi Trump dan Partai Republik. Tingkat kepuasan (approval rating) terhadap Trump sangat rendah. Survei terbaru oleh The Economist/YouGov menempatkan Trump approval rating secara keselurahan pada angka 34% (disapproval sekitar 60%). Angka tersebut lebih rendah lagi di kalangan masyarakat Hispanik (latino) – pada angka 23% – yang menjadi penentu kemenangan Trump pada pemilihan presiden 2024.
Pemilihan umum dua tahunan bulan November nanti juga akan berlangsung di saat tingkat inflasi tinggi akibat kebijakan tarif dan dampak kenaikan harga minyak dari perang Iran yang dilancarkan oleh Trump dan pemerintahannya, dan kebijakakan-kebijakan ekonomi lain yang berpihak pada kelompok super kaya di Amerika.
