Seorang jurnalis televisi veteran dan pembawa laporan investigasi 60 Minutes di CBS Scott Pelley menegaskan bahwa penolakannya terhadap permintaan pimpinan jaringan tv besar tersebut untuk mencari muka di hadapan Donald Trump dan memprioritaskan keuntungan politik bagi presiden AS tersebut merupakan alasan ia dipecat.
Pelley memulai karir jurnalisme di CBS tahun 1989. Lebih dari 37 tahun kemudian ia dipecat tanggal 2 Juni setelah perdebatan panas dengan Produser Eksekutif 60 Minutes baru Nick Bilton. Bilton ditunjuk menjadi pimpinan 60 Minutes akhir Mei sebagai bagian dari perombakan staf yang dilakukan CBS setelah jaringan TV ini diambil alih oleh Skydance Media, perusahaan media yang dimiliki David Ellison, anak pendiri dan pemegang saham terbesar di Oracle Larry Ellison. Ellison adalah milyarder pendukung berat kampanye politik Trump dan Israel.
“60′ Sudah menjadi program nomor satu di Amerika selama puluhan tahun karena penonton terhormat kami menemukan integritas, kualitas, dan kemanusiaan dalam laporan laporan-laporan kami,” Pelley menulis dalam pertanyaatan lewat media sosial Rabu pagi.
“Ketika amanah acara ini diteruskan kepada saya dan rekan-rekan, tanggung jawab kami adalah untuk berkembang dengan penuh semangat menuju era baru teknologi media sambil mempertahankan nilai-nilai yang diharapkan audiens kami. Sekarang, pemilik baru jaringan kami berupaya menyingkirkan nilai-nilai legenda ini, jelas ingin memberi keuntungan untuk pemerintahan Trump.”
- BROAD SPECTRUM UVA/UVB PROTECTION: This hydrating face sunscreen with transparent Zinc Oxide provides broad spectrum SPF…
- IDEAL FOR LIGHT SKIN TONES: Can be worn alone or under makeup and is the perfect facial sunscreen for daily commutes and…
- HYDRATES WITH HYALURONIC ACID: Infused with Hyaluronic Acid, this hydrating sunscreen moisturizer helps skin retain mois…
Pelley mengatakan bahwa pemecatan seluruh pimpinan senior 60 Minutes dan dua koresponden terbaik bulan lalu dilakukan tanpa alasan jelas. “Orang-orang baik dibungkam karena mereka berbuat benar untuk audiens. Mereka berpihak pada kejujuran dalam melawan kekuatan bias politik; mereka berpihak pada profesionalisme melawan kekisruhan.”
“Menyangkut saya, manejemen baru memerintahkan saya memasukkan kebohongan dan bias ke dalam suatu laporan berita politik yang sensitif. Saya diberitahu untuk menambahkan pernyataaan-pernyataan yang tidak dapat diverifikasi. Hingga saat ini, dalam setiap kasus, saya tidak memperdulikan perintah-perintah tersebut atau menolaknya.”
Saat ini, lanjut Pelley, politisi-politisi tertentu diberikan kontrol untuk menentukan koresponden mana yang boleh mewawancara mereka. “Ketidakmampuan dan ketidakprofesionalan membawa kehancuran (di CBS)”
