Pembangunan pusat data untuk penggunaan artificial intelligence (AI data center) terus berlangsung hampir di seluruh Amerika seperti jamur di musim hujan. Demikian pesatnya hingga memicu gelombang protes dari banyak penduduk sekitar atas berbagai dampak negatif operasi AI data center bagi kehidupan sehari-hari dan jangka panjang.
- 23.5% HIGH CONVERSION EFFICIENCY – Designed by 6-layer ETFE lamination technology and built-in monocrystalline silicon s…
- WATERPROOF & DURABLE – Its advanced ETFE laminated technology, a heat-resistant dustproof and waterproof film on the sur…
- COMPATIBLE WITH 95% OF POWER STATIONS – There is a separate 4-in-1 cable. The versatile 200W solar panel is widely compa…
Sekarang ini protes tidak hanya datang dari penduduk sekitar yang terkena dampak langsung.
Awal minggu ini, tiga software engineers (insinyur perangkat komputer) dari Amazon (perusahaan dengan operasi dan pemilikan data center terbesar di dunia) memberikan kesaksian menolak pembangunaan AI data center di daerah di Seattle, Washington, menandai memuncaknya gerakan protes sejak dua tahun terakhir.
Berbagai kelompok engineers yang bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi besar (dikenal dengan istilah big tech) sudah menunjukkan keluhan soal pertumbuhan AI data center di tempat mereka kerja. Tetapi baru kali ini ada yang melakukannya di depan publik secara terbuka.
Dalam dengar pendapat terbuka dengan Dewan Kota Seattle, Liesl Wigand mengatakan pengembangan data center tanpa kendali dan regulasi akan membahayakan kondisi lingkungan, ekonomi, dan keselamatan wilayah Seattle.
“Pemerintah setempat, bekerjasama dengan masyarakat berkepentingan setempat seharusnya menetapkan aturan-aturan bagi pembangungan data center,” jelas Wigand. “Jangan biarkan perusahaan-perusahaan teknologi besar (Big Tech) membuat Seattle panas membara untuk memenangkan perlombaan AI.”
Patrick Schloesser, sudah bekerja di Amazon selama enam tahun, mengatakan perusahaan-perusahaan teknologi seharusnya menggunakan energi terbarukan sepenuhnya dalam mengoperasikan data center dan bahkan menyalurkan kelebihan daya untuk mendukung jaringan listrik setempat. Kota Seattle, tambahnya, bisa mengenakan pajak tambahan dan membentuk komite keselamatan tenaga kerja khusus atas dampak investasi di AI data center.
Schloesser mengatakan Amazon tengah menghabiskan 200 milyar dolar untuk pengembangan data center dan AI dan MIcrosoft mengucurkan 190 milyar dolar. Tetapi bersamaan dengan itu memecat 30.000 staf. “Ini menunjukaan perusahaan-perusahaan besar teknologi sangat nafsu membangungan kapasitas komputasi secepat mungkin.”
Sementara itu, seorang lagi software engineer Amazon, mengingatkan soal pemakaian air dan listrik yang demikian besar oleh AI data center. Darius Irani mengatakan bahwa kota Seattle harus mensyaratkan keterbukaan dari perusahaan-perusahaan teknologi soal penggunaan sumber daya yang langsung berdampak kepada penduduk sekitar lokasi data center.
Sejauh ini, perusahaan-perusahaan tekonologi besar tidak menunjukkan kepedulian atas dampak negatif operasi data center.
Sebagian besar data center bergantung pada listrik dari gas dan tambahan dari perusahaan listrik lokal. Hanya sebagian kecil menyiapkan tenaga listrik sendiri dari panel surya atau tenaga angin. Akibatnya adalah pengotoran udara dan langit sekitarnya. Dampak lain yang dirasakan langsung penduduk adalah kenaikan harga listrik. Perusahaan listrik perlu memperbaiki sistem jaringan untuk menyalurkan daya besar ke data center dan biaya perbaikan ini dibebankan pada pelanggan-pelanggan listrik rumahan bukan perusahaan data center.
AI Data center juga membutuhkan air dalam jumlah fantastis untuk proses pendinginan ribuan server-server di dalamnya. Menurut Environmental and Energy Study Insitute, suatu data center yang cukup besar menggunakan 5 juta galon (1 galon = 3.8 liter) air per hari, sama dengan jumlah air yang dibutuhkan oleh satu kota dengan jumlah 50.000 penduduk. AI Data center seringkali menggunakan air tanah sehingga pasti menguras persedian air tanah kota terdekat.
- Note: This product is round, not square. Replacement for DA29-00020B (HAF-CIN), not compatible with DA97-17376B (HAF-QIN…
- Replacement for models: Samsung DA29-00020B, DA29-00020A, HAF-CIN, HAF-CIN-EXP, HAF-CINEXP, HAFCIN, 04609101000, 09101, …
- Compatible with Refrigerator Models: RF265BEAESG, RF265BEAESR, RF26HFENDSR, RF26J7500BC, RF26J7500SR, RF26J7500WW, RF28H…
Perlu diketahui, bahwa AI data center bekerja dengan intensitas jauh lebih tinggi daripada data center biasa bukan untuk penggunaan AI. Sehingga AI data center membutuhkan energi jauh lebih besar dari data center biasa, membutuhkan air lebih banyak untuk proses pendinginan.
Dampak lain yang jarang dibicarakan adalah panas dari ribuan server yang beroperasi 24 jam sehari. School of Geographical Sciences and Urban Planning di Arizona State University (ASU) melakukan penelitian dampak panas yang dikeluarkan oleh data center pada umumnya awal tahun ini, dan menemukan bahwa data center menambah panas lingkungan dan perumahan sekitar hingga 4 derajat fahrenheit. Penelitian tersebut sangat penting bagi Arizona karena Arizona adalah negara bagian terpanas di Amerika. Ironisnya, Arizona adalah salah satu tempat dengan jumlah data center terbanyak setelah Virginia dan Texas.
Seattle sudah cukup lama memiliki beberapa data center di dalam kota, tetapi belum ada AI data center berskala besar. Dengan mendengar semua dampak negatif dari AI data center, Dewan kota itu memutuskan memberlakukan moratorium satu tahun tidak memperbolehkan pembangunan AI data center besar sampai Kota Seattle sudah menetapkan regulasi.
Sejauh ini beberapa perusahaan-perusahaan teknologi sudah mengajukan rencana pembangunan 5 AI data center besar di Seattle.
