Semua orang tahu bahwa kendaraan listrik (EV / electric vehicle) tidak mengeluarkan emisi. Tetapi kendaraan listrik lebih dikaitkan dengan pengurangan dampak negatif perubahan iklim (climate change) dalam jangka panjang daripada perbaikan kualitas udara dan kesehatan masyarakat dalam waktu singkat.
Tambahan lagi, selama ini penelitian untuk membuktikan asumsi umum polusi udara akan berkurang secara signifikan dengan mengganti mobil-mobil berbahan bakar fosil (bensin dan diesel) dengan kendaraan listrik masih terbatas. Studi tahun 2023 oleh Keck School of Medicine di University of Southern California dengan menggunakan pemantauan permukaan merperlihatkan adopsi mobil listrik terkait dengan pengurangan polusi udara; tetapi hasilnya tidak definitif.
Sekarang, dari studi di awal 2026, tim peniliti sama dari Keck School of Medicine berhasil membuktikan dampak langsung berkurangnya polusi udara dari penggunaan kendaraan listrik dengan menggunakan data satelit jangka panjang (longitudinal obervational study). Satelit bisa mendeteksi kadar NO2 (nitrogen dioxide) di atmosfir dengan mengukur bagaimana jenis gas tersebut menyerap dan memantulkan cahaya matahari. Polutan NO2, ketika terlepas dari bahan bakar fosil, bisa memicu serangan asma, menyebabkan radang tenggorokan, dan meningkatkan risiko serangan jantung.
“Dampak langsung dari polusi udara sangat penting (diketahui) karena kejadian tersebut juga berdampak langsung atas kesehatan. Kita tahu bahwa polusi udara dari lalu lintas bisa merusak kesehatan pernafasan dan kardiovaskular,” jelas Erika Garcia PhD, profesor kesehatan masyarakat di Keck School of Medicine, salah satu peniliti utama.
Dengan data satelit dan pertambahan mobil listrik antara tahun 2019 dan 2023, tim peneliti memperlihatkan bahwa di setiap pertambahan 200 mobil listrik tingkat NO2 menurun 1.1 %. Hasil ini menunjukkan penggantian mobil berbahan bakar bensin atau diesel dengan mobil listrik langsung mengurangi polusi udara dan memberikan keuntungan bagi kesehatan masyarakat.
Selama periode studi, persentase mobil listrik yang beredar di jalanan California meningkat dari 2 hingga 5 %. Tim peneliti mengatakan jelas terbuka peluang sangat besar untuk memperbaiki kualitas udara di California dalam waktu cepat dengan meningkatkan persentase kendaraan listrik di jalanan.
“Kita masih jauh dari memaksimalkan elektifikasi, tetapi penilitian kami memperlihatkan bahwa transisi menuju EV di California saat ini saja sudah menunjukkan perbedaan berarti terhadap udara yang kita hirup,” demikian Sandrah Eckel PhD, profesor di Keck School of Medicine, peneliti utama studi tersebut.
California merupakan negara bagian dengan dengan tingkat penjualan EV tertinggi di Amerika Serikat. Di kwartal 3 2025, hampir 30% dari semua mobil baru terjual adalah kendaraan listrik, menurut California New Car Dealers Association.
