Universitas dan sekolah di seluruh Amerika mulai pulih dari gangguan tidak beroperasinya platfrom Canvas yang mengalami serangan cyber (cyberattack) besar pada masa ujian akhir semester minggu ini.
Jutaan mahasiswa dan murid sekolah bergantung pada Canvas untuk mendapatkan materi kuliah dan kelas, menyerahkan tugas kelas, melihat nilai, mengikuti kelas lewat video, dan bagi pengajar untuk mengelola kelas dan memfasilitasi komunikasi dengan murid.
Tetapi Kamis siang – di minggu Ujian akhir semester – mahasiswa dan murid yang mengakses sistem Canvas di komputer mereka hanya melihat layar hitam dan pesan peringatan:
“ShinyHunters has breached infrastructure (again). Instead of contacting us to resolve it, they ignored us and did some ‘security patches’.”
Banyak mahasiswa panik, mengirim email ke profesor mereka dan menulis pesan khawatir di sosial media.
Siapa ShinyHunters?
ShinyHunters merupakan kelompok longgar dari para hacker remaja dan dewasa di Amerika Serikat dan Inggris yang dikenal melakukan serangan terhadap situs penjualan tiket terbesar di Amerika Ticketmaster tahun 2024. Mereka ini seperti gang ransomware (serangan cyber untuk minta tebusan), menurut Rachel Tobac, kepala eksekutif (CEO) SocialProof Security, perusahaan cybersecurity yang melatih organisasi and perusahaan untuk mempertahankan diri dari serangan para hacker.
ShinyHunders mengklaim serangan cyber terhadap Canvas minggu lalu menjangkau sekitar 9000 universitas dan sekolah di seluruh dunia berdampak terhadap 275 juta mahasiswa, murid, pengajar, dan staf.
Universitas-Universtas Elit AS Tidak Luput
Di antara ribuan universitas kena dampak adalah universitas-universitas elit seperti Princeton University, Stanford University, Columbia University, UC Berkeley, dan UCLA.
Banyak universitas terpaksa menunda ujian karena mahasiswa dan pengajar tidak bisa mengakses sistem dan bahan-bahan kelas. University of Massachusetts at Dartmouth menunda semua ujian yang dijadwalkan hari Jumat dan Sabtu. Keputusan sama juga dikeluarkan oleh universitas-universitas dalam sistem University of Illinois, Pennsylvania State University, dan Arizona State University, universitas terbesar di Amerika dalam jumlah mahasiswa (mencapai 190 ribu).
Sistem Mulai Pulih
Canvas mulai kembali online jumat pagi. Akan tetapi belum semua mahasiswa dan pengajar bisa mengakses. Sebagian univesitas juga meminta pengajar dan mahasiswa untuk tidak mengakses platform tersebut sampai pihak administrasi mendapat kepastian bahwa sistem tersebut aman sepenuhnya.
Ada yang meminta pengajar, staf, dan mahasiswa untuk ekstra hati-hati membuka email yang kelihatannya datang dari Canvas, terutama yang meminta kredensial login (username dan password), seperti diingatkan oleh Georgetown University. Di Belanda, The University of Amsterdam meminta semua pemakai Canvas mengganti password.
Di University of Tampa, administrasi universitas meminta pengajar dan profesor mempertimbangkan menggunakan alternatif lain seperti email untuk penyerahan tugas, ujian tatap muka langsung, dan perpanjangan waktu tugas.
Ketergantungan Pada Sistem Digital Terpusat
Kekacauan akibat serangan cyber ini memperlihatkan ketergantungan sangat tinggi pada sistem digital terpusat yang mengelola hampir semua aspek kehidupan akademis. Sebelumnya hanya pelengkap, software kelas ini sekarang menjadi infrastruktur kritis pendidikan bagi sebagian besar universitas dan sekolah tanpa sistem pendukung cadangan.
